Profil
Tentang Kami
Tentang Kami
Akademi Kebidanan Sayyid Sabiq Indramayu merupakan perguruan tinggi swasta bidang kesehatan yang berdiri pada 12 Juli 2005 di bawah Yayasan Pendidikan Sayyid Sabiq. Berlokasi di Jalan Gatot Subroto, AKBID SSI hadir dengan visi mulia: mencetak bidan profesional yang mampu memberikan asuhan kebidanan komprehensif, bermutu, dan berlandaskan nilai keislaman. Sejak awal pendirian, institusi ini fokus pada penguatan kompetensi praktik kebidanan agar lulusan siap bekerja di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tipe A. Hingga kini, AKBID SSI telah meluluskan ribuan bidan yang berkontribusi nyata menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.
Keunggulan akademik AKBID SSI terletak pada penerapan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dipadukan dengan pembelajaran praktik berkelanjutan. Mahasiswa menempuh praktik klinik di rumah sakit pendidikan, puskesmas, dan komunitas sejak semester awal. Metode pembelajaran mencakup kuliah interaktif, skills lab, bed-side teaching, dan preceptorship di lapangan. Rasio dosen-mahasiswa dijaga ideal 1:15 untuk memastikan pendampingan maksimal. Tenaga pengajar kami terdiri atas dosen bergelar magister kesehatan, bidan senior dengan pengalaman puluhan tahun, serta praktisi dari rumah sakit rujukan.
Fasilitas unggulan AKBID SSI mencakup Laboratorium Kebidanan lengkap (phantom, manekin persalinan, alat peraga asuhan neonatus), Laboratorium Komputer dengan akses e-learning, perpustakaan digital berlangganan jurnal kesehatan, ruang tutorial, asrama mahasiswa, serta sarana ibadah. Prestasi mahasiswa juga membanggakan: juara II Lomba Keterampilan Kebidanan Provinsi Jawa Barat 2023, finalis Lomba Asuhan Persalinan Normal Nasional 2024, dan peraih hibah Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian masyarakat tahun 2025.
Akreditasi Program Studi D-III Kebidanan AKBID SSI saat ini adalah peringkat B berdasarkan Keputusan LAM-PTKes No. 0452/LAM-PTKes/Akr/Dip/2024, sementara akreditasi institusi juga berperingkat B. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat institusi terhadap penjaminan mutu berkelanjutan. AKBID SSI juga aktif menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, RSUD Indramayu, serta berbagai rumah sakit swasta di Jawa Barat untuk memperkuat praktik mahasiswa dan serapan lulusan. Dengan seluruh kekuatan ini, kami berkomitmen menghasilkan bidan yang tidak hanya cakap secara klinis, tetapi juga amanah, empati, dan berdaya saing di era kesehatan digital.
Sejarah
Akademi Kebidanan Sayyid Sabiq Indramayu didirikan pada tahun 2005 oleh Yayasan Pendidikan Sayyid Sabiq, sebuah lembaga sosial-keagamaan yang digagas oleh KH. Sayyid Sabiq dan tokoh masyarakat Indramayu. Latar belakang berdirinya berawal dari keprihatinan mendalam terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi di wilayah pesisir Indramayu pada awal tahun 2000-an, yang sebagian besar disebabkan keterbatasan tenaga bidan terlatih. Melihat kondisi ini, para pendiri yayasan bertekad mendirikan institusi pendidikan kebidanan yang mampu mencetak bidan profesional dari dan untuk masyarakat Indramayu. Pada 12 Juli 2005, AKBID SSI resmi memperoleh izin operasional dari Departemen Kesehatan RI dan membuka pendaftaran angkatan pertama dengan 42 mahasiswa.
Perkembangan AKBID SSI dari masa ke masa menunjukkan kemajuan signifikan. Tahun 2007, institusi memperoleh akreditasi pertama dari LAM-PTKes. Tahun 2010, AKBID SSI menambah gedung perkuliahan dua lantai dan meresmikan Laboratorium Kebidanan Terpadu. Tahun 2013, dibuka program pendidikan bidan lanjut (pendidikan berkelanjutan) untuk para bidan yang ingin meningkatkan kompetensi. Tahun 2016, institusi bekerja sama dengan RSUD Indramayu sebagai rumah sakit pendidikan utama. Tahun 2019, AKBID SSI mengimplementasikan sistem pembelajaran daring (e-learning) yang memperluas akses pembelajaran. Tahun 2022, akreditasi institusi diperbarui dengan peringkat B, dan pada 2024, prodi D-III Kebidanan kembali meraih akreditasi B dari LAM-PTKes.
Milestone penting lainnya adalah peran AKBID SSI dalam program penurunan stunting nasional. Sejak 2021, institusi ini aktif mendampingi posyandu di 12 desa binaan di Kabupaten Indramayu, memberikan edukasi gizi ibu hamil dan balita. Program pengabdian ini mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada tahun 2023. Selain itu, AKBID SSI secara rutin mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan magang di rumah sakit mitra di Bandung, Semarang, dan Jakarta, memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik kebidanan modern.
Hingga tahun 2026, AKBID SSI telah meluluskan lebih dari 5.200 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Banyak di antara mereka kini bekerja sebagai bidan di puskesmas, rumah sakit, klinik bersalin, dan membuka praktik mandiri. Sejumlah alumni juga melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dan magister kebidanan di berbagai universitas ternama. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kontribusi AKBID SSI dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi. Ke depan, AKBID SSI menargetkan peningkatan akreditasi institusi menjadi A pada tahun 2028 dan pengembangan program studi baru di bidang kesehatan untuk menjawab tantangan zaman.
Visi & Misi
Visi AKBID SSI adalah menjadi Akademi Kebidanan unggulan di Jawa Barat pada tahun 2030 yang menghasilkan bidan profesional, kompeten, berkarakter, dan berdaya saing global, serta berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak berbasis teknologi dan nilai keislaman. Visi ini diwujudkan melalui pembenahan kurikulum yang adaptif, peningkatan kualitas dosen, penguatan praktik klinik, serta integrasi teknologi digital dalam pembelajaran. Indikator ketercapaian visi diukur melalui akreditasi institusi dan program studi, tingkat kelulusan uji kompetensi bidan, serapan lulusan di dunia kerja, serta kontribusi nyata dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Indramayu dan sekitarnya.
Misi AKBID SSI diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas sehari-hari. Pendidikan berkualitas diwujudkan melalui pembelajaran berbasis kompetensi, skills lab, dan praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas mitra. Penelitian dan pengembangan dilakukan dosen dan mahasiswa melalui hibah internal dan eksternal, dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak. Pengabdian masyarakat dijalankan melalui program posyandu binaan, edukasi kesehatan reproduksi remaja, dan pendampingan ibu hamil di desa-desa terpencil. Kemitraan strategis dibangun dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan organisasi profesi untuk memperluas akses praktik dan serapan lulusan. Tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel diwujudkan melalui sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan. Seluruh misi ini menjadi pedoman operasional harian seluruh sivitas akademika AKBID SSI.
Akreditasi & Penjaminan Mutu
Akreditasi merupakan komitmen utama AKBID SSI dalam menjamin kualitas pendidikan. Program Studi D-III Kebidanan AKBID SSI saat ini terakreditasi peringkat B berdasarkan Keputusan LAM-PTKes No. 0452/LAM-PTKes/Akr/Dip/2024, sedangkan akreditasi institusi juga berperingkat B. Status ini menunjukkan bahwa AKBID SSI memenuhi standar nasional pendidikan tinggi bidang kebidanan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Akreditasi ini menjadi bukti bahwa kurikulum, tenaga pengajar, fasilitas, dan proses pembelajaran di AKBID SSI telah berstandar mutu yang baik dan diakui secara nasional. Institusi terus berupaya meningkatkan peringkat akreditasi menuju A pada tahun 2028 melalui serangkaian perbaikan berkelanjutan.
Untuk menjaga dan meningkatkan mutu, AKBID SSI memiliki Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) yang bertugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengendalikan standar mutu akademik dan non-akademik. LPMI menerapkan siklus penjaminan mutu PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Standar yang diterapkan meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses, standar penilaian, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, serta standar pengabdian masyarakat. Audit mutu internal dilakukan dua kali setahun, dan hasilnya menjadi dasar perbaikan kurikulum dan metode pembelajaran. Selain itu, AKBID SSI secara rutin mengikuti uji kompetensi bidan nasional sebagai indikator mutu lulusan, dengan tingkat kelulusan di atas rata-rata nasional.